Sabtu, 20 April 2019

Non State Actors in Development : Civil Society

Civil Society in Development
Kenapa harus ada Civil Society ?

  • Nilai suatu wilayah akan selalu akann selalu berbeda dengan yang lainnya, di mana penyebabnya seperti berbeda cara pemikiran, dasar pemikiran antara masa lalu dengan masa sekarang yang pasti akan berbeda
  • Civil Society akan memiliki peran untuk menyamakan persepsi antara satu sama lain, dimana nantinya pasti akan ada persepsi lama yang akan di korbankan
  • Civil Society di bentuk dengan dasar alasan terkadang ada masalah yang tidak dapat di selesaikan oleh negara saja
  • Civil Society sering diidentikan dengan INGO yang dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri sebuah negara
3 Bentuk Civil Society
·         Konformis (Conformist)
Kelompok masyarakat yang ingin menegakkan aturan dan norma – norma yang telah ada
·         Reformis (Reformist)
Kelompok masyarakat yang ingin memperbaiki kelemahan yang ada dalam peraturan yang telah ada namun tidak mengubah struktur sosial masyarakatnya sendiri
·         Radikalis (Radicalist)
Kelompok yang ingin mengubah struktur sosial itu sendiri


Civil Society memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan, di mana Civil Society dalam jumlah besar akan mampu mempengaruhi kebijakan sebuah negara agar mengikuti keinginan dari Civil Society tersebut. Adapun Civil Society mampu mempengaruhi kebijakan pada sosial, ekonomi, bahkan politik sebuah negara. Itulah penyebab Civil Society akan menjadi sangat penting perannya dalam pembangunan di sistem internasional saat ini.

Jumat, 12 April 2019

RATIONAL EXPECTATIONS THEORY


Rational Expectation
Rational Expectation Hypothesis adalah salah satu cara pendekatan ekonomi yang merupakan bentuk baru dari pemikiran ekonomi klasik, pendekatan ini terbentuk karena aliran sebelumnya tidak dapat menjelaskan kondisi makro ekonomi yang ada pada tahun 1960an – 1970an yang mana maksudnya yaitu aliran monetaris dan aliran keynes, aliran ini meninjau ulang aliran – aliran keynesian. Di mana pendekatan Rational Expectation orang memiliki harapan rasional tentang variabel ekonomi. Implikasinya adalah bahwa orang memanfaatkan informasi yang tersedia secara cerdas dalam variabel perkiraan yang memengaruhi keputusan ekonomi mereka, yang mana maksudnya yaitu orang akan memikirkan secara rasional gerakan yang akan di lakukannya dalam gerakan ekonomi.[1]
            Ini menyiratkan bahwa orang memahami bagaimana ekonomi bekerja dan bagaimana kebijakan pemerintah mengubah variabel ekonomi makro seperti tingkat harga, tingkat pekerjaan dan output agregat. Dan karena harapan yang rasional, pemerintah tidak dapat membodohi rakyat dengan kebijakan ekonomi yang sistematis. Dan sepenuhnya di atur oleh pemerintah berdasarkan pada pemikiran keynesian.[2]
Tokoh – Tokoh
·         John F. Muth
Pemikiran John F. Muth menyatakan bahwa terdapat dua kesimpulan utama dari studi data ekspektasi, adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata ekspektasi dalam suatu industri lebih akurat daripada model naif dan seakurat sistem persamaan yang rumit, meskipun ada perbedaan pendapat lintas-bagian yang cukup besar.
2. Harapan yang dilaporkan umumnya meremehkan tingkat perubahan yang sebenarnya terjadi.
John F.Muth hanya menjelaskan mengenai dasar – dasar metode dari Rational Expectations namun belum menjelaskan mengenai cara menerapkan Rational Expectations di dalam Makro Ekonomi secara keseluruhan.[3]
·         Robert E. Lucas Jr.
Lucas dalam Lucas Critique menjelaskan bahwa berbagai persamaan empiris yang diperkirakan dalam model tersebut berasal dari periode di mana orang memiliki harapan khusus tentang kebijakan pemerintah. Begitu harapan itu berubah, seperti yang dikatakan teori Rational Expectationnya, maka persamaan empiris akan berubah, membuat model tidak berguna untuk memprediksi hasil kebijakan fiskal dan moneter yang berbeda.
Jika model ekonometrik menunjukkan bahwa untuk jangka waktu tertentu penurunan tiga persen dalam inflasi disertai dengan peningkatan dua persen dalam pengangguran, orang tidak dapat menggunakan korelasi ini untuk memprediksi pengaruh masa depan. tiga persen penurunan poin dalam inflasi, karena ekspektasi orang tidak akan sama dengan mereka dalam periode waktu di mana hubungan ini diperkirakan.[4]
Salah satu implikasi penting dari karya Lucas adalah pemerintah yang kredibel yaitu, pemerintah yang membuat dirinya dimengerti dan dipercayai serta dapat dengan cepat mengakhiri inflasi besar tanpa peningkatan besar dalam pengangguran.[5]
·         Thomas J.Sargent dan Neil Wallace
Thomas Sargent adalah scholar yang melanjutkan pemikiran dari John Muth dan Robert Lucas dalam mendalami Teori Rational Expectations, di mana menurut Thomas Sargent ekonom yang percaya pada ekspektasi rasional mendasarkan kepercayaan mereka pada asumsi ekonomi standar bahwa orang berperilaku dengan cara yang memaksimalkan utilitas mereka (kenikmatan hidup mereka) atau keuntungan.
Teori yang di sampaikan oleh T.Sargent menciptakan teori – teori baru yang membuat teori Rational Expectations menjadi lebih mudah di pahami dan di praktekkan, teori – teori tersebut seperti teori random walk atau efficient markets, teori securities prices, teori dynamics of hyperinflations, teori permanent income, teori siklus hidup konsumsi, dan teori design of economic stabilization policies.[6]
Neil Wallace memiliki pemikiran yang hampir sama di mana keduanya bekerja sama dalam pembuatan buku yang berjudul “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule” di mana buku ini menjelaskan tentang bagaimana cara mengimplikasikan Rational Expectation Theory kepada keadaan ekonomi yang ada saat itu.[7]
Kritik Terhadap teori – teori sebelumnya
Rational Expectation adalah hasil dari bentuk kritik dan pengembangan dari teori keynesian, Ekonom Keynesian pernah percaya bahwa pemotongan pajak meningkatkan pendapatan yang dapat dibuang dan dengan demikian menyebabkan orang untuk mengkonsumsi lebih banyak. Tetapi menurut model pendapatan permanen yang merupakan salah satu bentuk penelitian dalam Rational Expectations Theory, pemotongan pajak sementara memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap konsumsi daripada yang dipikirkan orang Keynes. Alasannya adalah bahwa orang-orang mendasarkan keputusan konsumsi mereka pada kekayaan mereka, bukan pendapatan mereka saat ini. Karena pemotongan pajak sementara terikat untuk dibalik, mereka memiliki sedikit atau tidak ada efek pada kekayaan, dan karena itu memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada konsumsi. Dengan demikian, model pendapatan permanen memiliki efek mengurangi “pengganda” pengeluaran yang dianggap oleh para ekonom sebagai potongan pajak sementara. [8]
Ekspektasi rasional telah menjadi asumsi yang berfungsi dalam penelitian terbaru yang mencoba menjelaskan bagaimana otoritas moneter dan fiskal dapat mempertahankan (atau kehilangan) "reputasi baik" untuk pelaksanaan kebijakan mereka. Literatur ini telah membantu para ekonom memahami banyaknya strategi kebijakan pemerintah yang diikuti, misalnya, di negara-negara dengan inflasi tinggi dan inflasi rendah.[9]
Pro Kontra
Robert Lucas dalam bukunya yang berjudul Some International Evidence on Output Inflation Trade – Offs pada tahun 1973 Lucas menyatakan bahwa Aliran Moneter beserta kebijakannya adalah tidak efektif baik jangka panjang maupun jangka pendek di mana alasannya yaitu karena Lucas menyimpulkan bahwa perubahan-perubahan yang tidak terantisipasi saja yang akan mempengaruhi output, karena jika perubahan tersebut dapat di antisipasi dengan baik oleh pelaku – pelaku ekonomi, maka dampaknya terhadap output Riil menjadi tidak ada dan hanya akan menyebabkan inflasi saja.
Namun secara kontra terhadap teori Lucas, Fredric Mishkin dan Robert Gordon meragukan preposisi Lucas bahwa kebijaksanaan moneter secara sistematis tidak memberi dampak terhadap output, dan ditambahkan oleh Robert King dan Charles Plosser menyatakan bahwa ada hubungan antara jumlah stok uang dengan output, tetapi tidak ada jaminan bahwa jumlah uang yang mempengaruhi output tersebut dan sebaliknya.

Source


[1] Economic Disscussion, “Theory of Rational Expectation | Theories| Macroeconomics,” accessed April 6, 2019, http://www.economicsdiscussion.net/rational-expectations/theory-of-rational-expectation-theories-macroeconomics/26599.
[2] Ibid.
[3] John F. Muth, “Rational Expectations and the Theory of Price Movements,” Econometrica 29, no. 3 (2008): 315–335.
[4] Evgenia Lykou, “An Evolution of Rational Expectations in the History of Economic Thought” (2015).
[5] The Library of Economics and Liberty, “Robert E. Lucas,” accessed April 6, 2019, https://www.econlib.org/library/Enc/bios/Lucas.html.
[6] Thomas Sargent, “Rational Expectations,” accessed April 6, 2019, https://www.econlib.org/library/Enc/RationalExpectations.html.
[7] Thomas Sargent and Neil Wallace, “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule” (University of Minnesota, n.d.).
[8] Sargent, “Rational Expectations.”
[9] Sargent and Wallace, “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule.”

Rabu, 13 Maret 2019

ASIAN STRUCTURE INVESTMENT BANK


ASIAN STRUCTURE INVESTMENT BANK

  • Merupakan sebuah bentuk Multilateral Development Bank yang memiliki tujuan untuk meningkatkan sosial dan pendapatan ekonomik di Asia.
  • AIIB mulai aktif pada tanggal 16 Januari 2016 dengan headquarter di Beijing China dan sekarang telah memiliki 93 negara anggota yang di setujui.
  • AIIB Berfokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan sektor produktif lainnya di Asia dan sekitarnya, serta bertujuan untuk menyatukan masyarakat dunia, juga layanan dan pasar yang seiring waktu akan berdampak pada kehidupan miliaran orang dan membangun masa depan yang lebih baik.
Study Case

AIIB dan Proyek Jalur Sutra

Jalur Sutra adalah jaringan rute perdagangan yang membentang sepanjang ribuan kilometer di benua Asia, di mana Jalur ini di tujukan untuk menghubungkan peradaban Barat dan Timur serta menjadi sarana transmisi kebudayaan penting di dunia sejak berabad-abad yang lampau. AIIB berperan untuk melancarkan proyek ini dengan memberikan dana kepada negara China agar proyek ini berjalan lancar. Salah dorongan kuat dari aktivasi Jalur Sutra adalah menumbuhkan perdagangan global. Daerah dalam negeri China juga diharapkan mendapat manfaat, terutama daerah perbatasan di bagian barat, seperti Xinjiang. Manfaat ekonomi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, mungkin akan bangkit signifikan dengan hadirnya Jalur Sutra.

Menurut Credit Suisse, hadirnya Jalur Sutra akan membuat 62 negara meraih total investasi hingga 500 miliar dollar AS dalam lima tahun ke depan. Dari estimasi itu, sebagian besar investasi tersalur ke India, Pakistan, Indonesia, Filipina, Iran, Rusia, dan Mesir.


Menjelang KTT Jalur Sutra pada Mei lalu, China Development Bank telah menyiapkan hampir 900 miliar dollar AS untuk lebih dari 900 proyek. Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), yang diluncurkan pada Januari 2016, juga menyiapkan modal dasar sebesar 100 miliar dollar AS. Presiden AIIB Jin Liquin memastikan bahwa pihaknya siap mendukung proyek One Belt One Road, asalkan tiga syarat telah terpenuhi. Syarat itu adalah kepastian Jalur Sutra akan mendorong pertumbuhan ekonomi, diterima masyarakat luas, dan mematuhi undang-undang lingkungan.

Sabtu, 09 Maret 2019

United Nation Office for South South Cooperation (UNOSSC) - Goals number 5 Gender Equality

United Nation Office for South South Cooperation (UNOSSC)

Praktek dan Keberhasilan KSS dan Kerjasama Triangular pada Tujuan SDGs yang ke-5 yaitu Gender Equality

Gender Equality

  • Regional Cooperation as an effective tool in advancing gender equality
  • Family bank in Sudan
  • Gender Equality : Innovations and Potential in Trilateral SSC
  • Niger Husband School
  • Transformative Financing for Gender Equality and Womens Empowerment

Contoh Kasus : Niger Husband Schools

Tantangan Terhadap Kasus

Nigeria memiliki angka kesuburan tertinggi di dunia dan juga angka kematian ibu yang tinggi, di mana ada penurunan kematian serta angka hidup yang semula 648 Keatian pada tahun 2006 menurun menjadi 545 pada 2011.

Ada Beberapa Solusi/Pencapaian

  1. Pada tahun 2007, United Nations Population Fund (UNFPA) berkolaborasi dengan pemerintah Nigeria (Kementerian Kesehatan Perempuan dan Perlindungan Anak) dengan membangun sebuah strategi untuk mengatasi hambatan sosial budaya dalam penggunaan layanan kesehatan reproduksi yaitu dengan mendirikan Ecole des Maris (EDM, Husbands School) yang bertujuan untuk :
    - Mengikutsertakan laki - laki dalam mempromosikan kesehatan reproduksi
    - Memfasilitasi perubahan perilaku positif di tingkat masyarakat oleh para suami, yang menjadi agen perubahan dan mempromosikan dialog bersama oleh pasangan suami istri dalam keluarga
  2. EDM adalah jaringan yang memberikan pelatihan kepada suami sebagai seorang role model dalam keluarga (pemimpin), di mana sekolah ini terdiri dari 12 kelompok relawan suami yang sama/sebaya dan juga dalam sekolah ini tidak ada yang namanya hirarki
  3. Setiap sekolah melekat pada pusat kesehatan di daerah yang paling rentan, di mana reproduksi menjadi indikator kesehatan
  4. Para relawan tersebut secara rutin melakukan pertemuan untuk berdiskusi dan menawarkan solusi demi mencapai akses yang lebih baik ke layanan kesehatan untuk wanita dan anak - anak.

Pencapaian pada tahun 2014

  • Suami menjadi Role Models :
    - EDM Members membangun kebiasaan positive
    - Suami - suami mengaku model suami yang di tunjukan dan membuat mereka lebih sensitif terhadap isu gender
    - Perubahan positif dalam penggunaan pelayanan kesehatan reproduktif
  • Advokasi kesehatan reproduksi terhadap tokoh masyarakat
    - Anggota EDM menganjurkan secara terus menerus dengan tokoh adat
    - Sesi sensitisasi di lakukan dengan suami - suami di dareah dan desa tentang isu tersebut untuk di selesaikan
  • Perubahan menjadi kebiasaan positif antara pria dan wanita
    - Di buka dialog antar pasangan
    - Pria lebih mengerti perihal kesehatan wanita
    - Pemimpin EDM, religius, adat membangun hubungan yang harmonis
    - Terbuat kebijakan yang melarang melahirkan di rumah
Yang Mensponsori : UNFPA, Danish International Development Agency, European Union, Spain

Nama Anggota Kelompok : 
  • Uswatun Hasanah Nasution
  • Muhammad Qadri Jakfar
  • Azwar Amar Ma'ruf

Kamis, 28 Februari 2019

Number 16 Sustainable Developments Goals

PEMBANGUNAN INTERNASIONAL
GOALS 16
“Promote peaceful and inclusive societies for sustainable development, provide access to justice for all and build effective, accountable and inclusive institutions at all levels”

No.
Target
Indicator
1
Mengurangi semua bentuk kekerasan dan yang berkaitan dengan kematian dimanapun
·         Jumlah korban pembunuhan yang disengaja per 100.000 populasi, berdasarkan jenis kelamin dan usia
·         Kematian terkait konflik per 100.000 penduduk, berdasarkan jenis kelamin, usia dan penyebab
·         Proporsi populasi yang mengalami kekerasan fisik, psikologis atau seksual dalam 12 bulan sebelumnya
·         Proporsi populasi yang merasa aman berjalan sendirian di sekitar area mereka tinggal
2
Mengakhiri penganiayaan, eksploitasi, perdagangan, dan semua bentuk kekerasan terhadap anak.
·         Proporsi anak-anak berusia 1-17 tahun yang mengalami hukuman fisik dan / atau agresi psikologis oleh pengasuh dalam sebulan terakhir
·         Jumlah korban perdagangan manusia per 100.000 penduduk, berdasarkan jenis kelamin, usia dan bentuk eksploitasi
·         Proporsi wanita dan pria muda berusia 18-29 tahun yang mengalami kekerasan seksual pada usia 18 tahun
3
Mempromosikan aturan hukum ditingkat nasional dan internasional serta memastikan akses keadilan yang sama bagi semua golongan
·         Proporsi korban kekerasan dalam 12 bulan sebelumnya yang melaporkan kasus mereka kepada pihak yang berwenang atau mekanisme penyelesaian konflik yang diakui secara resmi
·         Tahanan yang tidak dihukum sebagai proporsi populasi penjara secara keseluruhan
4
Pada tahun 2030 secara signifikan mengurangi aliran keuangan dan senjata ilegal, memperkuat pemulihan dan pengambilan aset curian dan memrangi semua bentuk kejahatan terorganisir.
·         Nilai total uang gelap dan keluar (dalam satuan dolar AS)
·         Proporsi senjata yang dirampas, atau ditemukan, diserahkan yang asal atau konteksnya telah dilacak atau didirikan oleh otoritas yang kompeten sesuai dengan instrument internasional
5.
Secara substansial mengurangi korupsi dan penyuapan dalam segala bentuk
·         Proporsi orang yang memiliki setidaknya satu kontak dengan pejabat publik dan yang membayar suap kepada pejabat publik, atau diminta suap oleh pejabat publik tersebut, selama 12 bulan sebelumnya
·         Proporsi bisnis yang memiliki setidaknya satu kontak dengan pejabat publik dan yang membayar suap kepada pejabat publik, atau diminta suap oleh pejabat publik tersebut selama 12 bulan sebelumnya
6.
Mengembangkan lembaga yang efektif, akuntabel, dan transparan di semua tingkatan
·         Pengeluaran pemerintah primer sebagai bagian dari anggaran awal yang disetujui, berdasarkan sektor (atau dengan kode anggaran atau sejenisnya)
·         Proporsi populasi puas dengan pengalaman terakhir mereka dari layanan publik
7
Memastikan pengambilan keputusan yang responsive, inklusif, partisipatif, dan representative di semua tingkat
·         Proporsi posisi (berdasarkan jenis kelamin, usia, penyandang cacat dan kelompok populasi) di lembaga publik (badan legislatif nasional dan lokal, layanan publik, dan peradilan) dibandingkan dengan distribusi nasional
·         Proporsi populasi yang percaya bahwa pengambilan keputusan bersifat inklusif dan responsif, berdasarkan jenis kelamin, usia, kecacatan dan kelompok populasi
8.
Memperluas dan memperkuat partisipasi negara-negara berkembang dalam lembaga-lembaga pemerintahan global
·         Proporsi anggota dan hak suara negara-negara berkembang dalam organisasi internasional
9.
Pada tahun 2030, berikan identitas hukum untuk semua golongan, termasuk pendaftaran kelahiran
·         Proporsi anak di bawah 5 tahun yang kelahirannya telah didaftarkan pada otoritas sipil, berdasarkan usia
10
Memastikan akses publik untuk informasi dan melindungi kebebasan dasar, sesuai dengan undang-undang nasional dan perjanjian internasional
·         Jumlah kasus terverifikasi dari pembunuhan, penculikan, penghilangan paksa, penahanan sewenang-wenang dan penyiksaan terhadap jurnalis, personil media terkait, aktivis serikat pekerja dan pembela hak asasi manusia dalam 12 bulan sebelumnya
·         Jumlah negara yang mengadopsi dan menerapkan jaminan konstitusional, perundang-undangan dan / atau kebijakan untuk akses publik ke informasi
11
Memperkuat lembaga nasional yang relevan, termasuk melalui kerjasama internasional, untuk membangun kapasitas di semua tingkatan, khususnya di negara-negara berkembang, untuk mencegah kekerasan dan memerangi terorisme dan kejahatan
·         Keberadaan lembaga HAM nasional independen sesuai dengan Prinsip Paris
12
Mempromosikan dan menegakkan hukum dan kebijakan non-diskriminatif untuk pembangunan berkelanjutan
·         Proporsi pelaporan populasi yang secara pribadi merasa didiskriminasi atau dilecehkan dalam 12 bulan sebelumnya berdasarkan dasar diskriminasi yang dilarang berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional

Progress dan Info

2017
Konflik kekerasan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara pembunuhan menurun secara perlahan dan lebih banyak warga di seluruh dunia memiliki akses yang lebih baik terhadap keadilan. Beberapa konflik bersenjata intensitas tinggi menyebabkan banyak korban sipil. Kemajuan mempromosikan perdamaian dan keadilan, bersama dengan lembaga-lembaga yang efektif, bertanggung jawab dan inklusif, tetap tidak merata di dan di dalam wilayah.

Pada 2015, antara 5,2 orang dan 6,7 orang per 100.000 orang di seluruh dunia adalah korban pembunuhan yang disengaja. Sementara tingkat pembunuhan telah menurun selama dekade terakhir, orang-orang di beberapa negara yang berlokasi di Amerika Latin, Afrika sub-Sahara dan Asia menghadapi peningkatan risiko pembunuhan yang disengaja.
Berbagai bentuk kekerasan terhadap anak tetap ada, termasuk disiplin yang mengandalkan hukuman fisik dan agresi psikologis. Di 76 negara (sebagian besar adalah negara berkembang) dengan data yang tersedia dari 2005 hingga 2016, sekitar 8 dari 10 anak dari usia 1 hingga 14 tahun menjadi sasaran beberapa bentuk agresi psikologis dan / atau hukuman fisik secara teratur.
Negara-negara telah membuat kemajuan yang solid dalam hal mendeteksi korban perdagangan orang, sebagaimana tercermin dari meningkatnya jumlah korban yang terdeteksi selama dekade terakhir. Secara global, lebih banyak perempuan dan anak perempuan daripada laki-laki dan anak laki-laki yang diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang pada tahun 2014. Namun, bagian perempuan dan anak perempuan perlahan-lahan mundur, dari 84 persen pada tahun 2004 menjadi 71 persen pada tahun 2014. Sementara bagian dari korban diperdagangkan karena eksploitasi seksual telah menurun, proporsi mereka yang diperdagangkan untuk kerja paksa telah meningkat. Sekitar 28 persen dari semua korban perdagangan orang yang terdeteksi pada tahun 2014 adalah anak-anak, dengan jumlah anak perempuan lebih banyak daripada anak laki-laki (masing-masing 20 persen dan 8 persen dari total korban).
Kekerasan seksual mungkin merupakan pelanggaran hak-hak anak yang paling mengganggu. Kurang dilaporkan dan kurangnya data membatasi pemahaman tentang tingkat penuh masalah. Di 35 negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan data, proporsi perempuan berusia antara 18 dan 29 tahun yang mengalami kekerasan seksual untuk pertama kalinya sebelum usia 18 tahun berkisar antara 0 persen hingga 16 persen.
Tingkat penahanan praperadilan menunjukkan bahwa kemajuan sehubungan dengan supremasi hukum dan akses terhadap keadilan telah lambat. Secara global, proporsi orang yang ditahan tanpa dijatuhi hukuman karena kejahatan tetap hampir tidak berubah - dari 32 persen dari total tahanan pada 2003-2005 menjadi 31 persen pada 2013-2015 - yang menunjukkan bahwa kemajuan substantif belum tercapai di kemampuan sistem peradilan untuk memproses dan mengadili terdakwa secara adil dan transparan.
Peraturan dan prosedur yang tidak jelas, membebani, dan tidak efisien memupuk peluang bagi pejabat yang korup untuk mendapatkan suap atau pembayaran tidak resmi. Pada 2015, lebih dari 18 persen perusahaan di seluruh dunia melaporkan menerima setidaknya satu permintaan pembayaran suap. Bagian perusahaan di negara berpenghasilan rendah dan menengah mencapai 25 persen, dibandingkan dengan 4 persen di negara berpenghasilan tinggi.
Untuk memberikan dasar yang kuat untuk pembangunan, anggaran pemerintah harus komprehensif, transparan dan realistis. Sementara pengeluaran di hampir 2 di 3 negara berada dalam 10 persen dari anggaran nasional aslinya, lebih dari 1 di 7 negara menyimpang setidaknya 15 persen. Namun demikian, keandalan anggaran telah meningkat dari waktu ke waktu, dengan sekitar 8 di 10 negara di Asia Selatan dan Asia Timur dan Pasifik menunjukkan peningkatan.
Registrasi kelahiran adalah langkah pertama menuju perlindungan hak-hak individu dan memberikan setiap orang akses ke keadilan dan layanan sosial. Sementara banyak daerah telah mencapai pencatatan kelahiran universal atau hampir universal, secara global rata-rata hanya 71 persen, berdasarkan data negara yang tersedia yang dilaporkan dari 2010 hingga 2016. Kurang dari setengah (46 persen) dari semua anak di bawah usia 5 tahun di sub-Sahara, Afrika telah mendaftarkan kelahiran mereka.
Legislasi yang menyerukan kebebasan informasi telah meningkat secara mantap, tetapi implementasi yang lambat atau tidak efisien dari undang-undang tersebut tetap menjadi perhatian. Lebih dari 110 negara telah mengadopsi undang-undang dan kebijakan kebebasan informasi. Namun, penilaian ahli menunjukkan bahwa 47 negara tersebut tidak memiliki ketentuan hukum yang jelas untuk pengecualian terhadap hak tersebut, sementara 47 negara lainnya tidak memiliki ketentuan yang cukup untuk pendidikan publik.
Lembaga HAM nasional yang independen memainkan peran penting dalam memastikan bahwa Negara memenuhi kewajiban HAM mereka dan tidak ada yang tertinggal. Pada akhir 2016, 37 persen negara memiliki lembaga HAM nasional yang mematuhi standar yang disepakati secara internasional (Prinsip Paris), sementara 57 persen negara telah ditinjau kepatuhannya oleh rekan-rekan mereka.

2018
Banyak wilayah di dunia terus menderita kengerian yang tak terhitung sebagai akibat dari konflik bersenjata atau bentuk kekerasan lain yang terjadi di dalam masyarakat dan di tingkat domestik. Kemajuan dalam mempromosikan supremasi hukum dan akses terhadap keadilan tidak merata. Namun, kemajuan sedang dibuat dalam peraturan untuk mempromosikan akses publik ke informasi, meskipun lambat, dan dalam memperkuat institusi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia di tingkat nasional.

Hampir 8 dari 10 anak berusia 1 hingga 14 tahun menjadi sasaran beberapa bentuk agresi psikologis dan / atau hukuman fisik di rumah secara teratur di 81 negara (terutama berkembang), menurut data yang tersedia dari 2005 hingga 2017. Di semua kecuali tujuh dari negara-negara ini, lebih dari separuh anak-anak mengalami bentuk-bentuk disiplin kekerasan.
Lebih dari 570 arus berbeda yang melibatkan perdagangan orang terdeteksi antara 2012 dan 2014, yang mempengaruhi semua wilayah; banyak yang terlibat perpindahan dari negara-negara berpenghasilan rendah ke negara-negara berpenghasilan tinggi.
Pada 2014, mayoritas korban perdagangan yang terdeteksi adalah perempuan dan anak perempuan (71 persen), dan sekitar 28 persen adalah anak-anak (20 persen perempuan dan 8 persen laki-laki). Lebih dari 90 persen korban yang terdeteksi diperdagangkan untuk eksploitasi seksual atau kerja paksa.
Proporsi tahanan yang ditahan tanpa dihukum karena kejahatan tetap hampir konstan dalam dekade terakhir: dari 32 persen pada 2003-2005 menjadi 31 persen pada 2014-2016.
Hampir satu dari lima perusahaan di seluruh dunia melaporkan menerima setidaknya satu permintaan pembayaran suap ketika terlibat dalam transaksi regulasi atau utilitas.
Secara global, 73 persen anak-anak di bawah 5 tahun telah mendaftarkan kelahiran mereka; proporsinya kurang dari setengah (46 persen) di Afrika sub-Sahara.
Setidaknya 1.019 pembela hak asasi manusia, jurnalis dan anggota serikat pekerja telah terbunuh di 61 negara sejak tahun 2015. Ini setara dengan satu orang yang terbunuh setiap hari saat bekerja untuk memberi informasi kepada publik dan membangun dunia yang bebas dari rasa takut dan keinginan.
Undang-undang dan kebijakan kebebasan informasi telah diadopsi oleh 116 negara, dengan setidaknya 25 negara melakukannya selama lima tahun terakhir. Namun, implementasi tetap menjadi tantangan.
Sejak 1998, lebih dari separuh negara (116 tahun 197) telah mendirikan lembaga HAM nasional yang telah ditinjau oleh rekan sejawat untuk kepatuhan dengan standar yang disepakati secara internasional (Prinsip Paris). Namun, hanya 75 negara ini yang memiliki lembaga yang sepenuhnya patuh.

Perbandingan dengan MDGS
Pada tujuan SDGs yang ke 16 untuk mempromosikan masyarakat yang adil dan damai untuk pembangunan berkelanjutan dan menyediakan akses keadilan bagi semua golongan dan membangun institusi yang efektif, akuntabel dan insklusif di semua tingkatan, merupakan tujuan yang mengedepan kan hak-hak, keadilan dan perlakuan yang sama. Selanjutnya pada MDGs dapat dibandingkan dengan tujuan yang ke 4 yakni menurunkan angka kematian terhadap anak.
            Pada tujuan SDGs ke-16 merupakan tujuan yang ingin mewujudkan ketentraman dan keadilan terhadap anak dan wanita, dalam hal ini kekerasan dan eksploitasi terhadap anak dan wanita pada dunia internasional berkurang. Dalam SDGs tujuan ke 16 tujuan keberlangsungan kehidupan bagi anak-anak memiliki rentang umur 1-17 rahun sedangkan pada perlindungan wanita mulai berumur 18-29 tahun. Pada MDGs tujuan ke-4 memiliki visi untuk mengurangi angka kemaitan terhadap anak yang berada di bawah umur 5 tahun. Sehingga perbedaanya ialah target perlindungan terhadap perlindungan anak lebih luas dan banyak cakupannya.

            Pada SDGs aturan ke-16 memiliki visi mengenai bagaimana tindak kekerasan dan ketimpangan keadilan dapat dikurangi di dunia. Kekerasan atau kekejaman atau kriminalisasi dan ketimpangan keadilan dapat terjadi karena korupsi, perdagangan senjata, dan uang ilegal yang beredar, sehingga tujuan ke-16 berharap untuk mengurangi hal tersebut. Dan juga tujuan ke-16 untuk mewujudkan keadilan tersebut terdapat target yang menyebutkan adanya pengembangan institusi untuk menegakkan keadilan dan keterlibatan pemerintah dalam pengambilan keputusan. Dalam MDGs tidak ditargetkan lebih lanjut mengenai tindak kejahatan transnasional, korupsi dan peredaran uang ilegal, serta mengenai pengembangan institusi untuk mendukung perlindungan dan penegakkan keadilan.  

Nama Anggota Kelompok : 
  • Ario Rizky Pratama   (1610851009)
  • Azwar Amar Ma'ruf  (1610852004)
  • Ilman Syarif Masri    (1610853013)


Pemikiran Ekonomi Sosialisme Pasca Marx

Pemikiran Ekonomi Sosialisme Pasca Marx
Charles Wright Mills
·         Kelahiran
C. Wright Mills lahir pada 28 Agustus 1916, di Waco, Texas. Dia lulus dengan gelar Ph.D. dari University of Wisconsin pada tahun 1941 dan bergabung dengan fakultas Universitas Columbia. Dia mengkritik sosiologi intelektual dan percaya sosiolog harus menggunakan informasi mereka untuk mengadvokasi perubahan sosial. Dia banyak menulis tentang masalah ini, tetapi meninggal pada usia 45 tahun karena penyakit jantung.
·         Pengenalan dasar
Charles Wright Mills (1916-1962), yang populer dikenal sebagai C. Wright Mills, adalah seorang sosiolog dan jurnalis abad pertengahan. Dia dikenal dan dirayakan karena kritiknya terhadap struktur kekuasaan kontemporer, risalah yang bersemangat tentang bagaimana sosiolog harus mempelajari masalah sosial dan terlibat dengan masyarakat, dan kritiknya di bidang sosiologi dan profesionalisasi akademik sosiolog.
·         Ekonomi Sosialis C.Wright Mills
Fokus utama pekerjaan Mills adalah ketidaksetaraan sosial, kekuatan elit dan kontrol mereka terhadap masyarakat, kelas menengah yang menyusut, hubungan antara individu dan masyarakat, dan pentingnya perspektif historis sebagai bagian penting dari pemikiran sosiologis.
Karya Mills yang paling berpengaruh dan terkenal, The Sociological Imagination (1959), menjelaskan bagaimana seseorang harus mendekati dunia jika seseorang ingin melihat dan memahami seperti halnya sosiolog. Dia menekankan pentingnya melihat hubungan antara individu dan kehidupan sehari-hari dan kekuatan sosial yang lebih besar yang membentuk dan melalui masyarakat, serta pentingnya memahami kehidupan kontemporer kita dan struktur sosial dalam konteks sejarah. Mills berpendapat bahwa melakukan itu adalah bagian penting untuk memahami bahwa apa yang sering kita anggap "masalah pribadi" sebenarnya adalah "masalah publik."
·         Sosial Kontemporer C.Wright Mills
Dalam hal teori sosial kontemporer dan analisis kritis, The Power Elite (1956), adalah kontribusi yang sangat penting yang dibuat oleh Mills. Seperti ahli teori kritis lainnya pada masa itu, Mills prihatin dengan munculnya tekno-rasionalitas dan peningkatan birokratisasi setelah Perang Dunia II. Buku ini berfungsi sebagai laporan yang meyakinkan tentang bagaimana elite militer, industri / perusahaan, dan pemerintah menciptakan dan bagaimana mereka mempertahankan struktur kekuasaan yang saling terkait yang mengendalikan masyarakat demi keuntungan mereka, dan dengan mengorbankan mayoritas. 
Ernest Ezra Mandel
·         Kelahiran
Lahir di Belgia pada tahun 1923, Mandel direkrut ke bagian Belgia dari gerakan Trotskis internasional, Internasional Keempat, di masa mudanya di Antwerpen. Orang tuanya, Henri dan Rosa Mandel, adalah emigran Yahudi dari Polandia, mantan anggota Liga Spartak milik Rosa Luxemburg dan Karl Liebknecht. Awal studi Ernest terputus ketika pasukan pendudukan Jerman menutup universitas. Meninggal pada tahun 1955 sebagai pemimpin politik utama dan ahli teori Sekretariat Perserikatan Internasional Keempat, yang paling signifikan dari berbagai organisasi yang mengajukan tuntutan kepada mantel Internasional Keempat yang didirikan. oleh Trotsky pada tahun 1938.
·         Pengenalan Dasar
Mandel adalah seorang yang memiliki komitmen seumur hidup terhadap Marxisme revolusioner yang ditempa sedari masa mudanya. Dilahirkan di Belgia pada tahun 1923, ia menjadi seorang revolusioner pada usia 16 dan seorang Trotskis pada usia 17 tahun. Aktif terlibat dalam perlawanan terhadap pendudukan Nazi, ia dua kali ditangkap. Pada kesempatan pertama ia dikirim ke Auschwitz tetapi melarikan diri. Pada hari kedua ia 'diadili' di hadapan pengadilan Nazi dan dikirim ke kamp penjara di Jerman pada tahun 1944 dan kembali berhasil melarikan diri, kemudia setelah berhasil bertahan dari perang, ia segera mengabdikan dirinya untuk membangun kembali gerakan Trotskis dan pada 1946 dan terpilih menjadi pemimpin Internasional Keempat.
·         Ekonomi Sosialis Ernest Mandel

Mandel adalah seorang yang memiliki aliran Paham Kiri Baru (The New Left), di mana hal ini di pengaruhi oleh berbagai macam aliran sosialis, yang mana paham ini adalah paham yang beraliran Marxisme – Leninisme Ortodoks dengan menggunakan pemikiran – pemikiran radikal baru. Fokus utama Ernest Mandel adalah analisis mengenai bentuk baru dari pemikiran Marxisme seperti Revolusi Marxis dalam bidang ekonomi yang di ceritakannya pada bukunya yang berjudul “Marxist Economic Theory”, yang mana buku ini juga menjelaskan mengenai review serta penjelasan – penjelasan yang lebih sederhana sehingga teori – teori Marxis bisa lebih mudah di baca oleh masyarakat awam, dan hasil analisis Mandel mengenai bagaimana perekonomian negara – negara Barat dapat di alihkan dari kapitalisme menjadi sosialisme.