Sabtu, 20 April 2019

Non State Actors in Development : Civil Society

Civil Society in Development
Kenapa harus ada Civil Society ?

  • Nilai suatu wilayah akan selalu akann selalu berbeda dengan yang lainnya, di mana penyebabnya seperti berbeda cara pemikiran, dasar pemikiran antara masa lalu dengan masa sekarang yang pasti akan berbeda
  • Civil Society akan memiliki peran untuk menyamakan persepsi antara satu sama lain, dimana nantinya pasti akan ada persepsi lama yang akan di korbankan
  • Civil Society di bentuk dengan dasar alasan terkadang ada masalah yang tidak dapat di selesaikan oleh negara saja
  • Civil Society sering diidentikan dengan INGO yang dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri sebuah negara
3 Bentuk Civil Society
·         Konformis (Conformist)
Kelompok masyarakat yang ingin menegakkan aturan dan norma – norma yang telah ada
·         Reformis (Reformist)
Kelompok masyarakat yang ingin memperbaiki kelemahan yang ada dalam peraturan yang telah ada namun tidak mengubah struktur sosial masyarakatnya sendiri
·         Radikalis (Radicalist)
Kelompok yang ingin mengubah struktur sosial itu sendiri


Civil Society memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan, di mana Civil Society dalam jumlah besar akan mampu mempengaruhi kebijakan sebuah negara agar mengikuti keinginan dari Civil Society tersebut. Adapun Civil Society mampu mempengaruhi kebijakan pada sosial, ekonomi, bahkan politik sebuah negara. Itulah penyebab Civil Society akan menjadi sangat penting perannya dalam pembangunan di sistem internasional saat ini.

Jumat, 12 April 2019

RATIONAL EXPECTATIONS THEORY


Rational Expectation
Rational Expectation Hypothesis adalah salah satu cara pendekatan ekonomi yang merupakan bentuk baru dari pemikiran ekonomi klasik, pendekatan ini terbentuk karena aliran sebelumnya tidak dapat menjelaskan kondisi makro ekonomi yang ada pada tahun 1960an – 1970an yang mana maksudnya yaitu aliran monetaris dan aliran keynes, aliran ini meninjau ulang aliran – aliran keynesian. Di mana pendekatan Rational Expectation orang memiliki harapan rasional tentang variabel ekonomi. Implikasinya adalah bahwa orang memanfaatkan informasi yang tersedia secara cerdas dalam variabel perkiraan yang memengaruhi keputusan ekonomi mereka, yang mana maksudnya yaitu orang akan memikirkan secara rasional gerakan yang akan di lakukannya dalam gerakan ekonomi.[1]
            Ini menyiratkan bahwa orang memahami bagaimana ekonomi bekerja dan bagaimana kebijakan pemerintah mengubah variabel ekonomi makro seperti tingkat harga, tingkat pekerjaan dan output agregat. Dan karena harapan yang rasional, pemerintah tidak dapat membodohi rakyat dengan kebijakan ekonomi yang sistematis. Dan sepenuhnya di atur oleh pemerintah berdasarkan pada pemikiran keynesian.[2]
Tokoh – Tokoh
·         John F. Muth
Pemikiran John F. Muth menyatakan bahwa terdapat dua kesimpulan utama dari studi data ekspektasi, adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata ekspektasi dalam suatu industri lebih akurat daripada model naif dan seakurat sistem persamaan yang rumit, meskipun ada perbedaan pendapat lintas-bagian yang cukup besar.
2. Harapan yang dilaporkan umumnya meremehkan tingkat perubahan yang sebenarnya terjadi.
John F.Muth hanya menjelaskan mengenai dasar – dasar metode dari Rational Expectations namun belum menjelaskan mengenai cara menerapkan Rational Expectations di dalam Makro Ekonomi secara keseluruhan.[3]
·         Robert E. Lucas Jr.
Lucas dalam Lucas Critique menjelaskan bahwa berbagai persamaan empiris yang diperkirakan dalam model tersebut berasal dari periode di mana orang memiliki harapan khusus tentang kebijakan pemerintah. Begitu harapan itu berubah, seperti yang dikatakan teori Rational Expectationnya, maka persamaan empiris akan berubah, membuat model tidak berguna untuk memprediksi hasil kebijakan fiskal dan moneter yang berbeda.
Jika model ekonometrik menunjukkan bahwa untuk jangka waktu tertentu penurunan tiga persen dalam inflasi disertai dengan peningkatan dua persen dalam pengangguran, orang tidak dapat menggunakan korelasi ini untuk memprediksi pengaruh masa depan. tiga persen penurunan poin dalam inflasi, karena ekspektasi orang tidak akan sama dengan mereka dalam periode waktu di mana hubungan ini diperkirakan.[4]
Salah satu implikasi penting dari karya Lucas adalah pemerintah yang kredibel yaitu, pemerintah yang membuat dirinya dimengerti dan dipercayai serta dapat dengan cepat mengakhiri inflasi besar tanpa peningkatan besar dalam pengangguran.[5]
·         Thomas J.Sargent dan Neil Wallace
Thomas Sargent adalah scholar yang melanjutkan pemikiran dari John Muth dan Robert Lucas dalam mendalami Teori Rational Expectations, di mana menurut Thomas Sargent ekonom yang percaya pada ekspektasi rasional mendasarkan kepercayaan mereka pada asumsi ekonomi standar bahwa orang berperilaku dengan cara yang memaksimalkan utilitas mereka (kenikmatan hidup mereka) atau keuntungan.
Teori yang di sampaikan oleh T.Sargent menciptakan teori – teori baru yang membuat teori Rational Expectations menjadi lebih mudah di pahami dan di praktekkan, teori – teori tersebut seperti teori random walk atau efficient markets, teori securities prices, teori dynamics of hyperinflations, teori permanent income, teori siklus hidup konsumsi, dan teori design of economic stabilization policies.[6]
Neil Wallace memiliki pemikiran yang hampir sama di mana keduanya bekerja sama dalam pembuatan buku yang berjudul “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule” di mana buku ini menjelaskan tentang bagaimana cara mengimplikasikan Rational Expectation Theory kepada keadaan ekonomi yang ada saat itu.[7]
Kritik Terhadap teori – teori sebelumnya
Rational Expectation adalah hasil dari bentuk kritik dan pengembangan dari teori keynesian, Ekonom Keynesian pernah percaya bahwa pemotongan pajak meningkatkan pendapatan yang dapat dibuang dan dengan demikian menyebabkan orang untuk mengkonsumsi lebih banyak. Tetapi menurut model pendapatan permanen yang merupakan salah satu bentuk penelitian dalam Rational Expectations Theory, pemotongan pajak sementara memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap konsumsi daripada yang dipikirkan orang Keynes. Alasannya adalah bahwa orang-orang mendasarkan keputusan konsumsi mereka pada kekayaan mereka, bukan pendapatan mereka saat ini. Karena pemotongan pajak sementara terikat untuk dibalik, mereka memiliki sedikit atau tidak ada efek pada kekayaan, dan karena itu memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada konsumsi. Dengan demikian, model pendapatan permanen memiliki efek mengurangi “pengganda” pengeluaran yang dianggap oleh para ekonom sebagai potongan pajak sementara. [8]
Ekspektasi rasional telah menjadi asumsi yang berfungsi dalam penelitian terbaru yang mencoba menjelaskan bagaimana otoritas moneter dan fiskal dapat mempertahankan (atau kehilangan) "reputasi baik" untuk pelaksanaan kebijakan mereka. Literatur ini telah membantu para ekonom memahami banyaknya strategi kebijakan pemerintah yang diikuti, misalnya, di negara-negara dengan inflasi tinggi dan inflasi rendah.[9]
Pro Kontra
Robert Lucas dalam bukunya yang berjudul Some International Evidence on Output Inflation Trade – Offs pada tahun 1973 Lucas menyatakan bahwa Aliran Moneter beserta kebijakannya adalah tidak efektif baik jangka panjang maupun jangka pendek di mana alasannya yaitu karena Lucas menyimpulkan bahwa perubahan-perubahan yang tidak terantisipasi saja yang akan mempengaruhi output, karena jika perubahan tersebut dapat di antisipasi dengan baik oleh pelaku – pelaku ekonomi, maka dampaknya terhadap output Riil menjadi tidak ada dan hanya akan menyebabkan inflasi saja.
Namun secara kontra terhadap teori Lucas, Fredric Mishkin dan Robert Gordon meragukan preposisi Lucas bahwa kebijaksanaan moneter secara sistematis tidak memberi dampak terhadap output, dan ditambahkan oleh Robert King dan Charles Plosser menyatakan bahwa ada hubungan antara jumlah stok uang dengan output, tetapi tidak ada jaminan bahwa jumlah uang yang mempengaruhi output tersebut dan sebaliknya.

Source


[1] Economic Disscussion, “Theory of Rational Expectation | Theories| Macroeconomics,” accessed April 6, 2019, http://www.economicsdiscussion.net/rational-expectations/theory-of-rational-expectation-theories-macroeconomics/26599.
[2] Ibid.
[3] John F. Muth, “Rational Expectations and the Theory of Price Movements,” Econometrica 29, no. 3 (2008): 315–335.
[4] Evgenia Lykou, “An Evolution of Rational Expectations in the History of Economic Thought” (2015).
[5] The Library of Economics and Liberty, “Robert E. Lucas,” accessed April 6, 2019, https://www.econlib.org/library/Enc/bios/Lucas.html.
[6] Thomas Sargent, “Rational Expectations,” accessed April 6, 2019, https://www.econlib.org/library/Enc/RationalExpectations.html.
[7] Thomas Sargent and Neil Wallace, “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule” (University of Minnesota, n.d.).
[8] Sargent, “Rational Expectations.”
[9] Sargent and Wallace, “Rational Expectations, the Optimal Monetary Instrument, and the Optimal Money Supply Rule.”